Posted by: azkaa,, | September 3, 2007

ragu

masih jadi satu tanya

pernahkah ragu melindap rasuk hatiMu, Kasih?
atas setia sumpahku: tiada lain satu kecuali diriMu

sedang meski surat cintaMu tak jua bosan kurengkuh
mengusangkan helainya dengan sedu
dan tak kutemui melainkan kebenaran

satu tanya itu masih sergap menyelinap:
adakah sungguhnya Kau tak pernah percaya,
akan syahadatku?

pun jika benar adanya,
katakanlah
dengan apalagi harus kusemai rasa?

-sedang ilalang kering di sepanjang pandangku,
hanya menjelma namaMu-

atau cukuplah kau jawab:
ketika jumpa di Mahsyar nanti
akankah Kau teduhkan aku, Kasih?

sebab jika tidak,
aku tak perlu aku.


Leave a response

Your response:

Categories