
Dey, menerjemah sketsa hatimu tidak hanya menenggelamkanku ke palung metafora namun juga menjedakan spasi di mana aku mampu sejenak berkaca. Kau laksana detak dan aku hela. Senada. Nan luka hadir melanda, kita selalu memilih bercumbu dengan diksi atau rima demi mengejakulasi rasa. Mungkin ini cara kita mendongak, menyangga air mata, lalu membiarkan sajak semata yang menetes. Sajak-sajak berdarah.
Pun usah ingkari, Dey. Dongeng yang dikisahkan sajak-sajak kita ternyata masih dalam halaman yang sama paragraf yang sama kalimat yang sama kata yang sama. Satu hal yang ada bahkan tiadanya kita jaga agar tidak mengotori hati kita. Satu hal yang sempat kita sangsikan daya takluknya tetapi ternyata dapat memutar balik dunia kita sehingga siang memadu rembulan sedang malam menyanding mentari. Satu hal yang tanpa sanggup kita cegah telah menjelma kosmos sang poros kehidupan kita.
Ya. Ini tentang cinta, Dey. Tentang bagaimana kita memilih cara mencinta. Tidak dengan sesah, sesap, bahkan desah. Kita adalah dua perempuan pencinta yang tidak mengobral rasa. Begitu jua dengan dua lelaki yang kita cintai. Mereka adalah pelangi penanti hujan yang dahulu mencipta warna mereka. Tapi tersenyumlah bersamaku, Dey. Kita nantikan pelangi terindah kita. Pelangi yang tiba terlalu cepat mungkin saja bukan pelangi.
Mari kita genggam lebih erat lagi kepercayaan kita akan janji Illahi bahwa wanita cahaya pasti menjumpai cahaya. Karena itu jangan pernah usai memurnikan cahaya demi sang Kekasih sejati. Tapi, ah. Memang berat ya Dey? Tidak jarang sesak merajai rongga dada melindap dalam nadi mengalirkan kehampaan. Namun memang inilah yang harus kita temui jika kita memilih jalan Firdaus untuk ditempuh. Jalan yang di penghujungnya tiada ruang dan waktu belaka.
…
Kuputuskan mengikuti jejakmu Dey, menitipkan saja perasaanku pada gemintang. Pada semburat cahaya mentari pagi di sela dedaun. Pada semilir angin di kala senja.
…
Namun bagaimana dengan sajak-sajakku yang tidak beralamat itu, Dey? Mungkinkah kutitipkan juga?
Atau kubunuh saja mereka satu per satu?

Hmmmm…
11 point skala 1-10
By: Ophie on June 2, 2008
at 12:55 PM
pict-nya keyenzz
jd terharu… puitis banget
[promosi]
kayaknya masih berafiliasi dengan blogku yang bernama “chasing the pretty rainbow™”
[/promosi]
lagi-lagi ada kata “senja”…
By: ghaniarasyid™ on June 2, 2008
at 2:32 PM
Memang. Ka Azka n Dea punya satu kesamaan, kalo bikin puisi kaya gini2an sukar dimengerti…
*kaboooooooorr…*
By: ary on June 2, 2008
at 2:37 PM
kutau yang kau mau….
cowo, kaaann?
By: kucingpemalu on June 2, 2008
at 2:49 PM
Ah, abstraktif sekali tulisan edisi kali ini.
Puitis bin imajiner.
Daku tak bisa menangkap makna yang dikau samarkan.
Apakah engkau merindukan seorang lelaki yang akan membawakanmu cahaya cinta, azk… ?
Cahaya yang menerangi sisi gelapmu menuju terang.
Terang yang kelak menuntun langkahmu menuju gerbang firdaus…
mmm…
*yieh… sok puitis. padahal pandangan mulai ngabur, mata memerah, suntuk euy*
*hoay kuda nil*
*zzzzzzzzzz……*
By: GiE on June 2, 2008
at 3:39 PM
@ophie: thanx. btw, komenmu di post “bah” kuapus ya. tenang aja, dari dulu emang begitu.
@ghaniarasyid: hhe, iya. pelangi kan judul blogmu ya mas? ya, saya memang suka senja.
@ary: emang sukar? gampang ah. hhe.
@kucingpemalu: bukan.
@gie: bukan juga gie. maaf kali ini anda kurang tepat. thanx, eniwei.
By: azkaa,, on June 2, 2008
at 4:19 PM
kayaknya emang mayoritas perempuan deh yang bakal ngerti maksud ni puisi,,
kak azka,,aku copast yaa..mau kumasukin ke MPku,,,dicantumin kok sumbernya ^^ arigatouu
By: aisha on June 3, 2008
at 2:10 AM
Hmm, kebalik ya … bagi salah seorang ‘teman’ laki-laki yang dicintainya adalah ‘hujan’. Tapi, yah… suka2 saja lah
)
By: Donny Reza on June 3, 2008
at 3:42 AM
ada dey… kasih tau gak yah..
*gak nyambung..
By: ridu on June 3, 2008
at 1:04 PM
he?
Aisha?
*ngelirik komen di atasnya Bang Ridu*
mein name ist ghani
menarik juga…
Donny Reza wrote :
“laki-laki yang dicintainya adalah ‘hujan’”
…menurut saya, hujan malah pelambang kesedihan. kayak senja dan mawar hitam
By: ghaniarasyid™ on June 3, 2008
at 2:28 PM
Pelangi akan muncul sehabis hujan reda, artinyah…..
*huh males mikir*
By: GiE on June 4, 2008
at 1:28 AM
memang cahaya akan mampu menemukan cahaya, namun dalam tapak langkahnya tidak kan semudah yang manusia kira, ia perlu ditempa dan dijaga, agar ketika bertemu dengan kutub cahaya yang lain ia menjadi cahaya yang utuh dan siap bersinar bersama dihadapanNya.
di tengah terjalnya jalan yang coba terdaki, teramat banyak persimpangan dan tawaran yang menjual mimpi. tidak mudah memang menundukkan hati dan menaklukkan sepi,
dan ketika kita mencoba bijak bisa jadi waktu berkata tidak, bisa apa kita ketika hati nurani tertutupi kabut hitam tak bertepi, dan bisa apa ketika dinding nafsu begitu sulit kita robohkan…
entahlah…
hhhh….
jalan yang pasti melelahkan mbak,
jalani saja,
biarlah nanti pada suatu senja di pelataran jiwa, ada seseorang yang menjawab dan memastikan bahwa “YA, KAU TELAH MENDAPATI DAN TERYAKINKAN BAHWA CAHAYA MEMANG LAYAK BERSANDAR PADA CAHAYA YANG LAIN” dan saat itu lah akan tergantikan waktu untuk menempa cahaya yang dulu kita lakukan terganti dengan senyuman yang menyamankan dalam lingkaran metamorfosis keabadian…
“ngawur mode:on”
let the dead be dead
semoga makin banyak orang yang sadar bahwa ia adalah cahaya yang coba menjadi batu pualam…
maaf lo rada aneh.
he
tapi diksi mbak bagus, manteb….
tabik!
By: ahsani taqwiem on June 4, 2008
at 6:39 AM
tuhan tidak menjanjikan langit selalu biru…..
tapi Ia akan memberikan pelangi setelah hujan datang….
meski pelangi hadir terlalu cepat…
sehingga warna membias tak karuan
dan menghilang ketika sore menjelang…
senja membenamku..
By: Jati on June 4, 2008
at 12:20 PM
asslm.wah,kok tau erie yang dpm.salam kenal kalo dulu blum knal (tapi saya sudah mengenal anda).emang susah klo jadi orang terkenal….
salam apa ya?sebenernya baru blajar bikin blog en mulai belajar nulis.oya.katanya mba azka kuliah jurnalistik ya,,,bener2 menyalurkan potensi koran kampus ya?hehehe….kasih tau tips buat nulis donk…coz tulisannya mba azka bagus…gud,gud,gud….
By: erie on June 4, 2008
at 12:37 PM
again..
postingan yg tak bakal ku mengerti.. hho..
ternyata liburan gw diundur jd minggu depan..
hehehe.. tapi nambah lg seminggu ke pulau sebelah jawa..^^ senangnya..
jd ini coment terakhir gw buat 2 minggu k dpan..
bye..^^
By: arazz on June 4, 2008
at 5:05 PM
Mbak Azkaa,,
OOT: kemarin n ane liat di koridor FEMA ada stan azkamadihah gitu… isinya busana muslim-muslimah gitu
By: nurussadad on June 5, 2008
at 1:59 AM
ka azkaaaaaa……hu hu hu,,,, terharuuuuuu pisan euy,,
duuh,,qta belum ketemu ajah uadah begini yak??
palagi ketemu,,uhh,,pasti berember-ember kata tumpah deh di hadapan kita berdua,, >.<
By: dey on June 5, 2008
at 8:07 AM
ka,,menunggu lelaki cahaya yah?? uhh,,lelaki cahaya,, jangan pernah raguu,, kami menunggumu,,heuheu,, (salah makan obat)
By: dey on June 5, 2008
at 8:09 AM
satu kata mungkin tidak cukup. Apalagi satu kalimat. Tapi aku percaya pada-Nya. Yang selalu memberikan YANG TERINDAH pada saat yang tepat.
love u so,,ka azkaquu >.<
By: dey on June 5, 2008
at 8:11 AM
kau laksana detak aku hela. Kita senada.
(uhh,,i love this part so bad..)
pelangi sebelum waktunya, merengkuhmu dalam mimpi. menjelmaku dalam remuk. adakah pelangi akan pergi atau sketsa ini jadi bagian dewasaku??
By: dey on June 5, 2008
at 8:17 AM
puitisnya ngalahin lagu “xxxx” yang lagi booming di warnet2 sekitar IPB…:)
By: weibullgamma on June 6, 2008
at 12:23 AM
ka,,mo ketemuuu… T.T
By: dey on June 6, 2008
at 7:30 AM
Huaammm….Hmmm…fotonya bagus.
Heehhehe…
~ga’ ngerti mau comment apa di tulisannya.
~hehehe..
By: Berli on June 6, 2008
at 8:10 AM
Tak sulit tuk menggeraikan hamparan aksara mu ke dalam kamus bahasa dunia yang ku miliki…
cuma sekedar bergumam…
Aku mencintai sepi, sebagaimana ia mencintaiku dalam diam…cintanya begitu malu untuk membuka cadar hitam yang menutupi separuh wajahnya yang cantik…
Jika kau anggap aku-lelaki pelangi, maka aku bukanlah pelangi
aku adalah kegelapan
yang butuh kau-perempuan cahaya…
“Pelangi yang tiba terlalu cepat mungkin bukan pelangi” lantas apa?
Mungkin saja hujan terhenti terlalu cepat dan bias air belum juga usai, Tangan itu menggerai sejuta warna mentari tuk jadikannya pelangi…
Bersyukurlah terhadap apa yang digariskan…
rasakanlah dengan akalmu dan berpikirlah dengan hatimu…
nanti kau juga akan tau siapa aku-lelaki gelap yang akan berwarna seindah pelangi
salam
By: galigongli on June 6, 2008
at 11:40 AM
huaaaa!!!!
mau percaya mau gak,,
saya baru paham maksud daripada tulisan ka azka yg ini tadi malem, waktu sambil nunggu nasi goreng jadi di pinggir jalan,, haha
By: ary on June 6, 2008
at 12:36 PM
??? loh kok ga langsung masuk ya comment nya…
wah kalo gitu di apus aja ya salah satunya, key mbae…
salute sama bahasanya yang vulgar tapi sangat sopan
salam
By: galigongli on June 6, 2008
at 7:48 PM
ehmmm… ku tau sekarang, tapi commentnya pake code HTML, jadi ga masuk…
sebenarnya ini yang ke 5 kalinya kasih comment 2 gagal… flashback aja…
soal sajak2 yang bingung mau dititipin dmana? kirim aja ke rumahku, insya allah ntar di edit trus kalo di ijinkan di publish juga…nah kalo laku, buat modal nikah…
jangan di bunuh mbae, terlalu tragis…
gimance mbak?
By: galigongli on June 6, 2008
at 7:52 PM
pelangi yang hadir terlalu cepat tetap saja pelangi…
kenapa?
karena hujan…!
hujan yang menghadirkan pelangi
rain is the antecedent
maka hujan dan pelangi akan selalu berjalan beriringan…
Sampai Sang pencipta membuktikan janjiNya
mengakhiri dunia ini………
percayalah…
By: jati on June 7, 2008
at 4:20 AM
@aisha: hhe, aachan juga pasti memilih cara mencinta yang sama ya. makanya klop. ^^
@donny reza: iya kebalik ya? pelangi kami justru mencintai hujan. btw, ngapain kemaren ngabsen saya mas? hho.
@ridu: ah, ridu ini.. kasih tau donk.. *lho?
@ghaniarasyid: hush. aisha itu adek kelas saya, masih SMA. belom boleh digodain oom-oom kayak mas ghani. hhe.
@gie: hha, udah males nebak-nebak lagi ya gie?
@ahsani taqwiem: u got d point. memang itulah yang pada akhirnya mampu saya simpulkan setelah merajut kata-kata di atas. thanx a bunch. ^^ tabik!
@jati[1]: membenamkanmu? jadi kaulah sang pelangi itu? =P
@erie: kenal kok sama erri dwi herdianto.. hhe.. sekarang mah saya udah di damaskus.. TEP aman? hhe.. makasi udah mampir..
@arazz: pamer, pamer.. hhu, gw juga mau donk backpacking.. jadi lampung plus bali nih ya? ati-ati di jalan ya bro.. doaku mengiringi (asal ada oleh-oleh, hha).. ^^
@nurussadad: SERIUS?? siapa yang bikin? azkamadihah beneran atau becanda? wew..
@dey[1-5]: iya sayang.. i love u too.. mudah-mudahan bisa ketemu ya, sambil bawain tempat pensil buat kamu.. hhe..
@weibullgamma: oalah mas, saya ndak tau lagu apa yang lagi booming di warnet sekitar IPB.. kasih tau napah..
@berli: hhe, ada-ada aja berli ini.. ^^
@galigongli[1-3]: pastilah tidak akan sulit bagimu menguraikannya, aksaraku memang tidak kutujukan untuk membelit. pun kau tidak lain penggurat kata yang jauh lebih baik daripada seorang aku. ah, benarkah gelap bersanding cahaya akan mencipta pelangi? terima kasih, salam. btw, bagian mana yang vulgar?? hho. eia, dua komenmu masuk akismet mas, lalu mereka kubunuh saja pada akhirnya. =P
@ary: ahh. ga percaya saya. coba terangkan maksudnya. hhe. mau donk ry nasi gorengnya!!
@jati[2]: bukankah pelangi selalu tiba pada saatnya, jat? ia adalah proses sempurna perpaduan sisa rerintik dengan sinaran mentari, bukan? jadi entahlah, kupikir pelangi yang tiba terlalu cepat mungkin saja bukan pelangi. ia tidak lebih semata imaji. namun nampaknya semua kembali pada persepsi masing-masing. trims. ^^
By: azkaa,, on June 7, 2008
at 9:50 AM
@ azkaa,, :
*ngakak*
saya masih remaja!
sumpah!
By: ghaniarasyid™ on June 7, 2008
at 10:10 AM
maaf..saya lupa….anda nun jauh disana…..
lagu tsb populer karena “gosip” dibalik pembuatan lagunya(history behind the song)..yang cewe bikin tuh lagu langsung meninggal dunia usai menyanyikannya…..penyebab kematiannya itu yang ada beribu2 versi…..bahkan orangnya, ..lokasinya..ada banyak versi,…namun yang menjadi modus untuk pelaku utama adalah Gaby…..
02.00—
By: weib on June 7, 2008
at 6:59 PM
aq cuma berharap cinta pada pelangi tidak membenamkanku,, Rabb,,bantu hamba..
By: dey on June 9, 2008
at 2:14 AM
nice poem..
pemilihan diksi layaknya pujangga…
memburat pena dengan kata mengandung makna..
By: ecky on June 12, 2008
at 3:36 PM
@ghaniarasyid: bercanda, oom.. ups, mas.. hhe..
@weib: okey, tuu udah dibahas kan di post khusus.. =P
@dey: amiin.. amiin.. amiin.. ayo dey, berat emang.. tapi kita pasti bisa.. ^^
@ecky: makasi ecky.. komen-komenmu manis selalu.. hhe..
By: azkaa,, on June 15, 2008
at 7:05 PM
pelangi tiada yang terlalu cepat karena air telah heksagonal untukmu putih yang membuatnya bercahaya…
By: pedulipolitik on June 25, 2008
at 3:34 PM