Posted by: azkaa,, | June 9, 2008

suicide

Pernah berpikir untuk bunuh diri?

Tenang, teman-teman tercinta. Kali ini saya tidak akan menyuguhkan postingan berdarah lagi kok. Selang-seling lah. Soalnya kalau postingannya mellow melulu, kasihan Araz, Berli, Gie, dan Ary. Nggak bakal ngerti lagi nanti. Haha. *Ditimpukin pake duit*

Beberapa hari lalu, Mas Afrianto memberikan komentar di postingan ‘Untukmu, Dey’ yang terkait dengan lagu yang katanya fenomenal. Lagu ‘Tinggal Kenangan’ dari Gaby yang konon sang penyanyi meninggal setelah menyanyikan lagu tersebut. Namun tersiar banyak gosip seputar penyebab kematiannya tersebut. Karir saya sebagai biang gosip pun terancam punah karena kegagalan saya mendengar berita tersebut di awal waktu. Telat banget malahan.

Jadi supaya tetap disangka anak gaul (bwahahaha), saya juga ingin ikutan membahas lagu ‘Tinggal Kenangan’ tersebut. Lebih spesifik lagi, saya ingin membahas topik bunuh diri. Masih nyambung lah, karena (lagi-lagi) konon katanya, Gaby atau Geby sang penyanyi lagu itu mendedikasikan tembang itu untuk kekasihnya yang telah meninggal. Lalu karena tidak kuat menanggung kesedihan akibat kepergian sang kekasih, ia pun memilih menyusul. Bunuh diri.

Ketika kata-kata bunuh diri diperdengarkan, apa yang langsung terlintas di benak Anda? Gantungan tali putih dengan kursi penyangga di bawahnya? Terjun dari gedung atau jembatan yang tinggi? Atau justru terbayang penderitaan seseorang yang akhirnya memilih bunuh diri? Banyak sekali yang dapat dikupas dari topik ini. Mulai dari kisah miris seorang anak yang mencoba bunuh diri karena tidak mampu membayar uang ekstra kurikuler hingga Harakiri di Jepang.

Saya sendiri pernah mengalami kisah yang berkaitan dengan topik bunuh diri ini. Di suatu malam, saya lupa kapan persisnya, saya dan ibu saya tercinta sedang menonton televisi di ruang tengah rumah kami. Saat itu kurang lebih jam sebelas malam. Kami sedang khusyuk menonton sampai kemudian ibu bertanya, “Kak, denger suara orang nangis gak?”

Saya, dengan wajah tanpa dosa menjawab, “Nggak.”

Ibu bilang lagi, “Dengerin dong! Ada orang nangis. Suaranya dari samping.”

Saya merinding. Kok ibu saya denger tapi saya nggak. Karena takut bahwa yang didengar ibu adalah suara dari makhluk halus dan semacamnya, maka saya tetep ngotot, “Ah. Nggak ada suara apa-apa.”

“Serius! Ada suara orang nangis,” Ibu saya langsung ngambil mukena dan mengajak saya mengecek ke luar. Huhu, serem! Sebagai gambaran tempat kejadian perkara, di samping rumah saya itu ada gang kecil yang kalau dua orang berpapasan maka kemungkinan untuk senggol-senggolan adalah 68% pasti terjadi. Gang senggol tersebut bukan hanya tidak memiliki penerangan yang cukup, juga cukup menyeramkan karena di ujungnya terdapat pohon durian yang katanya ada ‘penunggunya’.

Singkat kata, saya manut. Pake mukena, lalu ikut ke luar rumah dan menuju gang senggol tersebut. Kami berdua pun terhenyak karena aroma baygon menyeruak tajam dari pojok gang. Kemudian kami jauh lebih terhenyak ketika mendapati sesosok manusia yang sedang meringkuk di pojok gang.

*Menyisipkan backsound ‘Silet’ atau ‘Insert Investigasi’*

Sosok yang sedang meringkuk itu ternyata seorang ibu dengan usia kira-kira 30 tahun. Beliau sudah tidak sadarkan diri. Di sampingnya tergeletak sebotol baygon yang hampir kosong. Sedangkan di tangannya tergenggam foto seorang bayi. Entah siapa.

Kami panik. Ibu saya menyuruh saya membangunkan Mbak Pon untuk menyiapkan segelas susu putih yang kita ketahui bersama mampu menetralisir racun. Sedangkan ibu saya memanggil tetangga. Beberapa tetangga langsung keluar dan membopong ibu yang minum baygon tersebut (IYMBT) ke rumah salah satu tetangga terdekat. IYMBT mulai sadarkan diri lagi dan langsung disuruh minum susu putih. Ibu saya memeriksa tas beliau dan didapatilah sepucuk surat wasiat. Intinya, IYMBT adalah seorang istri kedua yang anaknya diasuh suami dan istri pertamanya, entah mengapa. Namun yang menjadi alasannya mencoba bunuh diri adalah karena ia tidak dibolehkan menemui anaknya itu meski telah berkali-kali ia mencoba dan memohon. Jadi foto anak kecil itu ternyata foto anak tersayangnya.

Sang suami dan istri pertama yang diceritakan dalam surat itu tidak lain adalah tetangga kami pula. Salah satu dari tetangga kami memanggil suaminya tersebut (atau mantan suami, Wallahua’lam) dan menjelaskan apa yang terjadi. Lalu sang suami datang dan membawa IYMBT ke rumah sakit menggunakan mobilnya. Berakhirlah malam itu dengan suatu kehebohan tersendiri di daerah rumah kami. Kabar yang kami dengar selanjutnya, IYMBT selamat. Alhamdulillah.

Pesan moral: rajin-rajinlah mengorek kuping. Haha, tapi saya yang udah rajin aja masih budeg begitu. Beruntunglah ibu saya memiliki kemampuan pendengaran yang sangat baik sehingga beliau bisa mencegah terjadinya peristiwa bunuh diri di gang senggol sebelah rumah kami. Kalau tidak, dijamin besok paginya akan ada polisi serta wartawan koran lokal yang datang ke sebelah rumah kami. Lalu saya akan terkena UU pasal 15 tahun 1998 tentang Pengacuhan terhadap Kejadian Bunuh Diri secara Tidak Sengaja dengan hukuman maksimal dua bulan penjara. Hush, ngarang!

Sebenarnya persoalan bunuh diri beserta penyebabnya adalah masalah kompleks. Setiap orang, pasti pernah mengalami titik di mana seolah-olah kehidupannya di dunia tiada lagi punya arti. Putus asa. Lalu menganggap bunuh diri adalah jalan pintas untuk menyelesaikan semua permasalahan. Padahal tidak begitu, bukan? Setiap orang dan setiap apa pun yang ada di dunia ini diciptakan Allah untuk alasan yang indah. Tidak akan pernah ada pembenaran untuk suatu tindakan bunuh diri.

Eniwei, postingan ini sekaligus ingin mengingatkan diri saya sendiri untuk selalu menambah rasa syukur. Karena terkadang, permasalahan yang kita anggap merupakan akhir dari dunia sebenarnya bukanlah apa-apa dibandingkan banyak orang yang lain. Justru di sanalah sebenarnya terletak keindahan dan seni hidup. Masalah-masalah yang menempa, kesalahan masa lalu, bahkan rasa takut untuk melangkah, semua itu mutlak berada dalam kuasa sang Pencipta skenario kehidupan. Maka mari bersama-sama meminta petunjuk dan tuntunan-Nya untuk dapat melakoni skenario hidup dengan sempurna.

Tanpa sadar, saya pun menyenandungkan satu tembang lawas; “Kembali kita, kembali ke pada-Nya. Masih ada waktu. Dunia ini hanyalah sandiwara, pasti akan berakhir.”

Ah. Suara saya memang merdu ternyata. (Lho? Lho? Kesimpulan macam apa ini? Haha.)


Responses

  1. azka.. aku pernah denger satu teori. orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri, bisa dipastikan kelainan jiwa *bukan sakit*

    mereka yang pernah mencoba bunuh diri pasti punya suatu perbedaan dalam interaksi dengan orang2..

  2. bunuh diri penyebabnya cuma satu:
    cara berpikirnya

    obatnya juga satu:
    meluruskan cara berpikirnya

    jadi marilah kita sama-sama berpikir memikirkan bagaimana meluruskan cara berpikir mereka supaya bisa berpikir dengan pikiran yang baik.

  3. kalau saya mikirnya gini, kalau bunuh diri, apakah tidak merepotkan orang yang ditinggalkan? sudahkah menyiapkan biaya untuk kuburan, 7 hari, 100 hari, belum lagi biaya sewa mobil jenazah, biaya tukang kubur dll??

    bunuh diri itu juga keluar duit lho… :roll:

  4. gubrak… dibahas…
    nice story… mau dunk… loooh??… he he he…
    mengenai bunuh diri…
    jadi ingat kejadian waktu masih anak2… (sekitar 5-6 tahun)… ketika kelas 1 SD, saya pernah coba bunuh diri..(sy jg heran dengan pikiran saya waktu itu)…
    jadi ceritanya klo ga salah… dari pertama kali masuk hingga minggu ke 4 atau 5 sekolah, saat pelajaran matematika saya dapat 10 (nggak riya loooh…) tetapi suatu hari sy melihat nilai 0 di buku yang dibagikan. shock… sampe pengen ngambil pisau di dapur… hampir sy melakukan hal yang bodoh… untung saja ibu melihat kejadian itu dan mengambil pisau itu… ketika ditanya “kenapa?”… saya jelaskan. kemudian buku tersebut dilihat ibu, ternyata sy dapat 10.. angka 1-nya nyempil di deket paraf guru… :)

  5. yup bunuh diri sekarang pun gak gratis,,,
    nunggu dibunuh aja…

  6. Ngomong2 soal Gaby…akoe poenya pengalaman yang boleh percaya, boleh nggak…

    lagu ini memang lagi tren di Jakarta, khususnya di radio2…tapi ga ada yang ngaku siapa yang punya hak copyrightnya, jadi bisa dibilang misteri atau hanya sensasi mungkin…tapi inilah yang akoe rasakan..

    Akoe download lagunya; trus aku puter di Media player, u know what happened after that? she’s come to me, almost trap me…

    sesuatu yang ga pernah aku rasakan ketika mendengar lagu2 lainnya…liriknya memang sederhana, iya pun memainkan petikan gitar dengang chord sederhana, tapi jiwanya ikut bermain didalamnya…

    entah lah, tapi bagiku ini aneh…
    coz aku pernah mengalami hal yang sama ketika aku masih duduk di bangku SD, silahkan baca di

    Akoe; Hantu Berburu

    semoga dia tenang di sana, aminn!!

  7. Masalah Suicide ya…. Itu cuman orang2 yang ga punya pegangan sama agama aja….

    Jelas2 dalam Islam suicide dilarang….

  8. Btw sejak kapan susu bisa jadi penawar racun? Ya…. Mungkin itu penawar buat suatu racun, tapi bisa jadi malah bereaksi sama racun laen…..

    Paling aman… minum aer putih sebanyak2nya. Air putih InsyaAllah pelarut (bukan penawar) racun terbaik didunia ini….

    -Preman Materials Science yang barusan lulus-

  9. huh…
    promosi pake spam.
    oke deh, aku baca :evil:

    duh…
    lagi ndak konek.
    besok ujian SPAB-Drainase, bisa buyar ini konsentrasi :cry:

    tapi satu hal yang bisa aku tangkep dari postingan Ukhti Azka kali ini…

    bunuh diri juga merupakan simbol emo™ :cool:
    tapi Alhamdulillah, saya dulu ndak sampe segitunya…

    bunuh diri biasanya disebabkan oleh depresi.
    nganggep hidup udah nggak ada artinya lagi…
    hahh… jadi sedih baca postingan ini.
    inget sama Hannah Bond…

    [SPAM]

    hannah bond 13 died as a suicidal emo girl

    [/SPAM]

    Go Italia! Pasti bisa ngalahin Belanda! :lol:

  10. Aku kok malah teringet sama lagu Terlalu Singkatnya 507 yah,,


    Hidup terlalu singkat,
    untuk kamu lewati
    tanpa mencoba cintaku…

    haha… :D

    *disemprot gas bah igon karna ngalor ngidul* :lol:

    Hmm…

    Aku masih punya lukisan pada sebidang kanvas berlapis impian dengan seperangkat cat usaha yang berwarna-warni, dan sapuan dari kuas bergagang komitmen yang ujungnya terbuat dari bulu berjenis tekad. Dan paletnya berbahan harapan. Kadang goresanku melenceng berbuah keputusasaan, kadang juga menghasilkan corak lain yang malah bikin menawan.

    Dan aku ingin menyelesaikaikan lukisan itu hingga menjadi kenyataan di depan mata – apapun yang terjadi.

    Ya mana bisa aku melihat hasil lukisan itu jika aku berhenti dengan cara bunuh diri – itu adalah tindakan yang sanget bodoh sekali!

    Ahh.. hidup ini indah… sayang banget kalo nggak dinikmatin..

    Tul nggak, azk? ;)

  11. [OOT]
    Yooo! Ayoo Italiiiii!
    Kamu pasti menang lagiihh…!!!

    FORZA GLI AZURRI!!!

    :mrgreen:
    [/OOT]

  12. @Gilang :

    huh! Kamu ini kayaknya selalu jadi sainganku :lol:
    ikutan dukung Italy lagi…
    ndak kreatip blas!!! :mrgreen:

  13. Baca judul, kirain blognya azka ini mao bunuh diri.. eh ternyata aku salah kaprah tho ya.. mudah-mudahan nggak kejadian deh.. ^^

    *huh.. hetrixku diputus sama ghani*

    @ghaniarasyid™
    Wkkk…
    Saingan apaan, yaa akhi? :?:

    Ga kreatip yaa yang penting aku emang inopatip… :P
    Hohoho… :lol:

    Yowis mari kita dukung Itali bareng2! ;)

  14. Pertanyaannya adalah, kenapa mesti pake mukena? Bukannya ntar malah dikira ada 2 pocong lagi jalan2? :) )

    Bunuh diri, pernah sih ngebayangin … tapi takut ancaman akhirat :) )

  15. @GiE n ghaniarasyid:
    Keknya ada yang dibantai Belanda 3 – 0, siapa ya? *siul2*

  16. waa,,,suicide ya?? hmm,,emang sii,,klo lagi jauh dari Allah,,kena masalah jadi bawaannya pingin bunuh diri mulu..
    tp sperti biasa,, postingan k’azka selalu renyah,,hehehe (kerupuk kalee)

  17. Hmmm…Bunuh diri?? Jangan pernah berpikir seperti itu lah.. Bukan cuma karena jauh dari Allah juga sih, tapi karena belum cukup ikhlas menerima yang namanya ujian hidup dari-Nya.

    Kalaupun merasa berat dengan “ujian”-nya itu, bisa dibantu dengan berdoa agar kitanya dikuatkan kan? bukan dengan meminta “ujian-nya” dihilangkan, apalagi melarikan diri dengan bunuh diri. Toh Allah menjamin bahwa kita tidak akan diuji diluar kemampuan kita kan?

    Hummh, jadi inget pernah mengomeli seseorang habis-habisan gara2 keceplosan ngomong mau bunuh diri.. Hehehe…

    ~Saya dukung Portugal aja ah….
    ~Hehehe… ga’ nyambung…

  18. Bundir, kayak cerita di dorama Jepun aja….
    Bunuh diri sendiri? Ngga lah… Malah butuh waktu banyak untuk mensyukuri nikmat Allah.
    Bunuh diri nyamuk, kecoa sama tikus saya sering. Tapi sekarang sedang dalam tahap bertobat ga bakalan lagi bunuh makhluq2 Allah.

  19. @ Donny Reza :

    iya nih :cry:
    Italy loyo banget…
    apalagi si Barzagli itu… huh, bikin marah aja :evil:
    nggak bisa nge-cover Nistelrooy!!!
    Toni juga mati kutu :cry:

    tapi tetep tabah kok.
    nggak sampe suicide™ :mrgreen:

  20. @Donny Reza
    gyahahaha…
    Ada dua pocong bangkit dari kubur….

    xixixixi….

    Itali kalah? No problemo… Euro masih panjang.. :D

    Hehe.. kok posting ini jd oot ke euro sih? :lol:

    Azka, gmn nih?

  21. huuaaaahhh,, hhhh…

    lagi lageee,, critanya aneh bin unik,, hakakakak,,
    kok bisa seh?? pas2an ada orang mau bun-diR?? great2 deh!! *ibunya ka azka, bukan ka azka*

    oya, btw eniwe baswe, saya gak paham dengan keputusan orang untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri,, kaya ga ada kerjaan laen aja di bumi yg nan indah ini (ckkkk),, seberat2nya cobaan ya mbo ga usah gitu ya gak? lagian bunuh diri kan sakit,, bayangpun seandainya orang gantung diri,, mending kalo langsung mati, tapi kalo ga mati2,, huuueekkk,,*tesiksah*

    pesan moral: kirimkan korek kuping ke rumah ka azka

  22. oh ya,, @ ka azka,,

    kemampuan linguistik saya ga se duduL itu kok,,
    wakti itu lagi malay aja baca yg melow2,, coz ujian susah,, hiks2..

  23. @all: PENGUMUMAN (tsah, gaya! hhe). tadi saya udah ngirim kartu pos ke semua yang udah ngasi alamatnya ke saya. kalo nyampe tolong kasi tau saya ya. yang belom ngirim alamat, silakan kirim jika masih berminat. NAH, ternyata perangkonya ga mahal kok. kemaren gosip doank ternyata kalo perangkonya mahal. hhe. jadi, buat yang mau juga, masih boleh kok. akan saya kirimin dengan senang hati. salam. withluv, azka.

    @kyu: teori siapa tu kyu? setiap orang pasti punya perbedaan dalam berinteraksi, bukan? mungkin ga kalo sebenernya dia ga punya kelainan jiwa, tapi kemudian setelah mengalami begitu banyak tekanan dalam hidup, akhirnya dia memilih bunuh diri?

    @kucingpemalu: iya. setuju. dulu juga pernah punya temen yang sering ngiris tangannya kalo lagi stress, serem. hhu.

    @cK: iya, mbak. bukannya nyelesein masalah berarti ya?

    @weibullgamma: gyahahaha. ucul banget da ah. pernah SD, mas? =P ketebak kok, anak statistika getoh. matematikanya pasti bagus. hhe.

    @nurussadad: hush, istighfar ziz. serem amat kata-katamu. hhe. jangan lah, nunggu mati dengan khusnul khotimah aja. btw, komenku di blogmu MASUK ga seh? kok ga ada? ditangkep kakek ismet ya?

    @galigongli: serem amat seh! dia ‘dateng’nya dalam makna konotasi apa denotasi? *merinding* tapi saya juga jadi sering nyanyi lagu itu, sekali denger langsung apal. cerita hantu berburunya juga serem. huhh.

    @reza ditya bramahendra [1]: iya, setuju. =)

    @reza ditya bramahendra [2]: saya kan menganut aliran SOTOYISME, mas. jadi ngasal aja, hha. tapi susu dan madu bukannya cairan yang paling baik ya?

    @ghaniarasyid [1]: ye. membaca postingan saya adalah salah satu faktor keberhasilan saat ujian. sudah terbukti oleh serangkaian penelitian ilmiah. hha. dulu anak emo ni ye? gaya da ah. ya ya, gratis kok promosi di sini. go indonesia! (lho?)

    @gie [1]: lagunya teu nyambung ah. tjiee, tumben keren banget analoginya. manstab lah. dulu juga saya pernah bikin puisi tentang kanvas kehidupan, gitulah kira-kira. iya gie, setuju. apa pun yang terjadi, hidup ini indah. =)

    @gie [2]: minggir!! saya ndak ngerti soal bola. =P

    @ghaniarasyid [2]: kamu juga, minggir. jangan bahas bola di blog saya! :evil:

    @gie [3]: inopatip? jangan nambah stereotip bahwa orang sunda teu tiasa ngomong F atuh. eta kan pitnah.

    @donny reza [1]: *laporin ke ibu* woo, mana ada pocong cantik kayak kami? bwahahaha. (untung mas donny udah biasa dengerin saya bernarsis ria). iya lah, kalo kata mbah saya; di dunia emang harus susah. di akhirat ntar bisa istirahat. *tersindir*

    @donny reza [2]: jangan ngomongin bola!

    @dey: iya, kalo lagi jauh dari Allah bawaannya pesimis terus. hhi, renyah? makasii. ^^ (eh, jangan-jangan maksudnya garing ya dey?)

    @berli: subhanallah, berli. nyontek dari mana tu? hha. seperti biasa, kata-katamu bagus sekali bung. iya, Allah adalah jawaban segala. kalo ada yang mau bunuh diri bukannya harus dikasih pengertian ber? masa dimarahin sih.

    @ipk4cumlaude: iya, setuju. hhe, ga apa bunuh nyamuk mah. apalagi nyamuk demam berdarah. hhe.

    @ghaniarasyid dan gie: peringatan terakhir; jangan bahas bola di blog saya! hhe. *ngantuk tiap nonton bola*

    @ary [1]: *tendang ary ke timbuktu* siyal. korek kuping saya banyak! hhe. tapi kita juga harus simpati lah ry. kadang banyak kesulitan hidup yang orang lain rasakan sedangkan kita tidak. ya gak? ^^

    @ary [2]: halah. alasan. hhe, ga kok ry. percaya saya kemampuan bahasamu sangat baik. smansa depok tea.

  24. azkaaaaa.. dimana dikau skarang? udah ada di damaskus kah! atau masih nulungin ntu ibu yng mau bunuh diri?..

    hah!, telat ni komentarnya..

  25. @ azka :

    @ghaniarasyid dan gie: peringatan terakhir; jangan bahas bola di blog saya! hhe. *ngantuk tiap nonton bola*

    Gyahaha :lol:
    Mohon maaf, Ukhti.
    Abis di Indonesia suasana panas akibat FPI dan BBM terhapus oleh gempita Euro 2008 :mrgreen:

    Memang benar, sepakbola bisa menyatukan semua perbedaan ;)

  26. @azka,,
    Kwkwkwkwkk…

    eta kan pitnah.

    Yey… ari eta huruf F na kamana, azk? :P

    =))

    Oo.. baru dikirim tho? Kirain dah dari kemaren2 ngirimna.
    Oke deh aku tunggu, sekalian nunggu kiriman barang gratis juga dari Eropa.
    Jadi ada dua kiriman dari luar negeri buat aku.
    *tsah! gaya*

    Hohohoo… :P

  27. zka, dibikin sinetron bs laku keras tuh, tambahin aja, waktu si ibu bangun, dia ngeliat org yg nganterin dia ke RS trus sadar ada tanda lahir codet di pipinya, dia yakin itu anaknya, tp si anak gak mau mngakui itu ibunya gara2 si ibu ngotot klo masa depan si anak tu jd batosai, dia yakin betul mimpinya waktu minum baygon ttg anaknya adlh batosai itu bener2 nyata…
    konflik slanjutnya bs dtambah2in lahh…hehee

  28. wadoh!!

    jadi azkacholic negh!!!

    memang mantabs dah tulisannya…..

    ntu lagu gaby di setel mulu ma mba-mba warnet, mungkin mbanya lagi patah hati kale (trus pengen bunuhh diri)he…

    suicide??

    kalo saya melihatnya seperti memilih tempat meninggal yang baik

    bisa saja di bumi jihad palestina

    atau mungkin saja di gunung yang indah permai

    mungkin sajah…

  29. Ka, kartu pos … kirim ke mari ya:
    BTN Tanah Baru Blok F2/22, Bogor, 16710 … dijamin nyampe ke alamatnya. Kalau mau dianter ama Azka juga boleh … kekeke *bikin gosip*

  30. waduh kak,,,dulu malah aku sempet ngebikin “cara2 untuk bunuh diri” waktu smp sih,,pas lagi iseng n ga ada kerjaan, terinspirasi ma temen yang pengen bunuh diri,,tapi alhamdulillah c ga jadi ^^

  31. oh ya k,,jangan khwatir,,aku juga ga tau kok tentang (alm)gaby,,bnyk yng cerita tp aku lupa mulu hehehe,,, dan ternyata oh ternyata lagunya (alm)gaby ini udah ada di komputerku hehehehe

  32. bunuh diri, jangan deh…
    udah tersiksa di dunia, di alam sono juga ga bakal tenang…

    kak azka gi dmn nih? kapan posting dengan permainan diksi lagi, saya suka yang puitis dan yang tersirat, ngelatih hati dan perasaan…
    tabik!

  33. ehhh tentang lagu gaby… sejak tersiar kabar itu saya ga pernah lagi muter lagu itu… maklum penakut… :)

  34. Indonesia menang lawan vietnam… horeeee…
    viva france for euro…

  35. @yhadee: kamana wae atuh kang.. hhe, iya udah di damaskus.. ^^

    @ghaniarasyid: hho, ya baguslah kalo Indonesia jadi adem gara-gara EURO..

    @gie: baru punya duit, hhe.. kan kirain perangkonya mahal, jadi nunggu kiriman dulu..

    @iqbal: sumpah kak, lo kebanyakan nonton sinetron kayaknya.. hhe.. plotnya mengada-ada ah.. =P

    @jati: makasi, anakku.. hmm, mempersiapkan mati yang seperti berjihad dsb sih bagus.. tapi tetep bukan bunuh diri kan..

    @donny reza: ya insyaAllah..

    @aisha [1]: apa aja tuu chan cara-caranya? lucu kayaknya.. =)

    @aisha [2]: hhe, becanda kok.. lagian di sini mana penting si yang begituan? ga pada peduli kali sama gosip Indonesia.. =P

    @ahsani taqwiem [1]: ntar ya wym, abis ini saya lagi pengen posting yang agak serius.. hhai.. biar agak bermanfaat dikit ni blog.. banyak tuu di arsip saya kalo mau yang begituan.. hhe..

    @ahsani taqwiem [2]: kalo saya ga pernah muter lagu itu karena ga ngena aja liriknya.. *meski pun juga lagi patah hati

    @ahsani taqwiem [3]: menguji kesabaran saya, huh? =P

  36. hmm…
    tentang lagu Gaby.
    yang mana sih?
    saya ndak pernah denger!
    saya ndak gaul ya? :oops:

    abis…
    seminggu penuh kerja rodi tugas SPAB-Drainase kupingku dijejali post-punk revivalnya Arctic Monkeys, dua album penuh…
    Hohoho :cool:

    …coba baca lagi tulisan Ukhti Azka, ditelaah dan diteliti.

    yup, bener sekali.
    saya dulu sangat ndak bersyukur.
    setelah IP jeblok itu jadi emo™.
    suka maki-maki, self-harming, dll…
    na’udzubillah.

    semoga kejadian-kejadian seperti ini ndak ada ulangannya.
    sudah cukup.
    terutama untuk anak-anak emo™.
    get up boys and girls!
    our life’s beautiful :D

  37. mmm…banyak yah yang ngebahas Euro…
    sy ndak membahas Euro kok..tenang sahaja…
    eh..kemaren, Adriyanti Firdasari menang melawan Pi Hongyan….horeee…
    ga ngerti kan?..he he he…bye2…sampai ketemu setelah uas terakhir(27 Juni 2008)

  38. euro??

    awak dukung belanda.. hohohoho

    ka, siapa suruh lw bikin kesimpulan ga nyambung gt.. akhirnya pada komen yg ga nyambung juga deh..hha..

  39. @ghaniarasyid: iya mas, mudah-mudahan kita semua selalu diberi petunjuk oleh Allah dalam menjalani hidup.. sehingga kita ga pernah ngerasa harus mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.. amiin..

    @weibullgamma: iya, ga ngerti.. hhe.. ok, suxes uasnya.. ^^

    @arazz: belanda penjajah kita, nak.. hho.. iya kayaknya raz, mungkin gara-gara gw bikin kesimpulan ga nyambung begitu kali ya.. =P


Leave a response

Your response:

Categories