
Beni menyisir rambutnya dengan gugup. Ia belum juga beranjak dari motor RX King miliknya. Sesekali diliriknya rumah Tyas, gadis yang hendak dilamarnya. Setelah keberanian akhirnya terkumpul, ia berdiri dan mendekati pagar rumah tersebut. Lalu diucapkannya salam.
Tyas dan keluarganya yang sejak tadi telah mengetahui keberadaan Beni di depan pagar dan mengamatinya dari balik jendela pun membubarkan diri. Sambil berusaha bersikap wajar, mereka mempersilakan Beni masuk. Dengan sopan sambil berusaha menutupi rasa malu, Beni mengutarakan niatnya meminang Tyas. Ia mengatakan kedatangannya kali ini sebagai pembuka silaturrahmi terlebih dahulu. Apabila ada respon baik, ia akan kembali datang bersama keluarganya.
Bapak sang gadis pun bertanya, “Kalau begitu, sudah siap dengan alat tulisnya? Ujian pertama adalah tes tertulis yang terdiri dari 80 soal pilihan ganda dan 5 soal esai analisis. Materi ujian termasuk matematika, fisika, kimia, biologi, agama, PPKn, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Ujian kedua akan diadakan besok. Tes kesehatan dan fisik. Lari keliling lapangan UI sepuluh kali dan pemeriksaan kesehatan oleh dokter. Ujian ketiga akan diberitahukan lebih lanjut waktu pelaksanaannya, yaitu tes psikologi dan wawancara. Jika seluruh ujian dapat dilewati dengan baik, kamu berhak masuk ke babak final. Debat tiga besar calon suami yang melamar anak saya ini.”
.
Ya. Paragraf mengenai tahapan tes calon suami di atas adalah fiksi belaka.
.
Namun ada baiknya kita ubah penggunaan kata Beni dan Tyas menjadi bapak dan ibu saya sebelum saya dianggap anak tidak tahu diri.
.
Ibu saya bimbang, sebelumnya sudah ada beberapa lelaki yang lamarannya ia tolak karena berbagai pertimbangan. Namun untuk kali ini, ibu bimbang karena Beni –ups, bapak saya adalah lelaki yang baik, pandai, dan sholeh (ciee, padahal biasanya saya memuji bapak kalau mau minta uang jajan doank). Mereka sempat saling mengenal di FMIPA UI. Ibu saya di jurusan Biologi, sedangkan bapak menggeluti ilmu Farmasi. Akhirnya, ibu saya menyerahkan keputusan untuk menerima atau tidak lamaran bapak kepada orangtuanya, Mbah Kung dan Mbah Uti.
.
Singkat kata, bapak saya datang kembali bersama keluarganya untuk melamar secara resmi dan mereka menikah. Berhubung mereka berdua masih mahasiswa, maka pilihan tempat tinggal tentu saja di komplek BMI alias Bumi Mertua Indah. Kehidupan mereka pun masih berpusat pada dunia kampus. Bapak saya yang kuat di hitungan biasanya membantu ibu untuk kalkulasi penelitian. Sedangkan ibu yang memiliki ingatan baik, menemani bapak ketika belajar untuk ujian hapalan seperti menghapal obat, komposisi, dan kegunaannya.
.
Tidak lama kemudian, setelah mengumpulkan uang dari sana-sini seperti mengajar bimbel, berjualan buku, kaset, hingga parsel, bapak dan ibu saya mulai mengontrak rumah. Mereka masih meneruskan studi meski terkadang perjuangan terasa berat. Pernah suatu kali, di musim ujian terjadi mati listrik. Akhirnya bapak dan ibu belajar dengan diterangi lampu sorot dari motor bapak. Ketika presentasi skripsi, dimana saat itu belum ada proyektor dan LCD, maka bapak yang bertulisan sangat rapi pun menuliskan semua materi di plastik untuk OHP. Hingga kini transparansi skripsi ibu yang ditulis tangan oleh bapak masih tersimpan dengan baik.
.
Tiga tahun setelah pernikahan, mereka pun memiliki anak pertama yang diberi nama Azka Madihah. Sebelumnya ibu sempat keguguran satu kali. Setelah Azka, lahir secara tepat dengan jarak dua tahun per anak, Arina Qonita, Muhammad Farhan Izzuddin, dan Muhammad Hiqni Solihin. Kata ibu inilah salah satu contoh penerapan ilmu biologi yang ibu pelajari, dapat berusaha mengatur jarak kelahiran anak, hehe. Anak yang terakhir, Nisrina Kaiysa Fathina adalah suatu anugerah yang tidak disangka sebelumnya karena berjarak delapan tahun dari Hiqni.
.
Bapak saya melakukan banyak hal untuk menafkahi keluarganya. Ibu pun membantu dengan banyak mengajar dan turut memasarkan buku, kaset, atau parsel yang bapak jual. Bapak bahkan pernah menggelar dagangan di pinggiran Pasar Senen. Pokoknya, selama itu halal maka bapak akan mengusahakannya. Setelah itu bapak memulai usaha penerbitan yang berkembang menjadi percetakan. Profesi bapak sebagai apoteker tidak ditinggalkan, tetapi biasanya apotek hanya perlu dikontrol sesekali. Kemudian berkat kerja keras dan doa, beberapa usaha bapak pun mulai berkembang hingga saat ini.
.
Bapak memang wirausahawan sejati. Pernah suatu kali ia berkata pada saya, “Bapak ingin berwirausaha, agar lebih banyak memberi manfaat pada orang lain. Bisa membuka lapangan kerja. Bapak mau membangun sistem sehingga jika nanti suatu saat Bapak meninggal, maka bukan sekedar tabungan atau uang pensiun yang Bapak tinggalkan. Tetapi sesuatu yang bisa terus berjalan memberi manfaat bagi keluarga.”
.
Saya manggut-manggut mendengarnya seraya berdoa agar Allah mempermudah jalan bapak. Namun beliau melanjutkan, “Karena itulah, Bapak belum pernah melamar kerja dan sebagainya. Kalau pun Bapak juga bekerja di beberapa yayasan, itu karena diminta atau diamanahi. Satu-satunya yang pernah Bapak lamar adalah ibumu.”
.
KYAA!! Bisa romantis juga ternyata! Hehehe.
.
Sebagai anak pertama, saya mengalami transisi kehidupan finansial keluarga kami. Sering sekali ibu dan anak-anaknya diajak berdiskusi dan dimintai saran saat bapak hendak memutuskan sesuatu untuk usahanya. Perjalanan yang ditempuh penuh lika-liku. Namun Alhamdulillah bapak dan ibu selalu dituntun Allah dalam membina rumah tangga mereka.
.
Ada beberapa adegan dan percakapan mereka yang saya ingat karena lucu. Di antaranya;
.
Ibu: “Dulu bapak itu kurus banget. Pernah waktu awal setelah menikah, ibu ngeliatin waktu bapak tidur dan membatin, ‘kok suami saya begini banget ya?’ Hehe.”
Bapak: “Tapi mending begini kan? Suaminya makin lama makin ganteng. Daripada makin jelek?”
Penonton alias anak-anak: “Woooooo…”
.
Atau di suatu pagi yang cerah;
Bapak: “Ya, Arina udah kan uang jajannya? Mbak Pon (asisten rumah tangga –red) uang belanja juga udah? Azka! Sini, kamu kuliah sampe Sabtu ya? Ini untuk ongkos dan jajan. Juga buat nyalon, beli komik, beli pulsa, biaya wisata kuliner, atau uang pegangan kalo mau keluyuran.”
Ibu: “Subhanallah, pagi-pagi Bapak sudah beramal! Memberi santunan bagi yang membutuhkan di pagi hari itu emang bagus. Ck ck ck, hebat lho!”
Bapak: *Mesem-mesem dan mengacak gemas kepala ibu*
.
Masih banyak percakapan lucu antara mereka sebenarnya, hanya saja saya lupa. Hehe.
Nah. Sebenarnya postingan ini dimaksudkan untuk dipublikasikan 16 November 2008 lalu, saat bapak dan ibu memperingati ulang tahun pernikahan mereka yang ke-22. Semoga selalu dipersatukan di bawah atap kasih sayang Allah dan bersama seluruh keluarga dipertemukan di surga-Nya kelak. Amiin. Postingan ini juga sekalian untuk menyambut ulang tahun Bapak yang ke-46 pada 24 November nanti.

24 November esok inikah si Bapak akan berkurang masa hidupnya dan bertambah usianya…???
Ya Allah… ^_^
By: l5155st™ on November 21, 2008
at 7:05 PM
Amin….
Mudah2an langgeng sampai tuir…!
Juga anak-anaknya…
Juga semua kaum muslimin…
Juga saya sebagai bagian dari kaum muslimiin…
By: mang kumlod on November 21, 2008
at 7:37 PM
yah,,jadi malu,,salah baca,,hhe (??)
hhe,,smoga keluarganya ga cuma bersatu di dunia,,tapi juga di akhirat,,di tempat yang terbaik yaaa amin
By: Aachaaaaaan on November 21, 2008
at 10:55 PM
Lebih enakan disebut RUMINA (Rumah Mertua Indah)…
By: adit-nya niez on November 22, 2008
at 1:42 AM
Subhanallah…
Kisah autobiografi yang indah sekali.
Menikah waktu mahasiswa memang indah, bisa membuat semangat dan menghindari fitnah.
Tapi mungkin hal itu masih belum Allah berikan pada saya. Saya belum boleh sama Ayah untuk ta’aruf dan dilanjutkan mengkhitbah seorang akhwat.
Sabar dulu, berpuasa. Menunggu lulus kuliah
By: ghani arasyid on November 22, 2008
at 5:23 AM
huhuhu,,,terharuuu,,ka.so sweetbanget!! hufff,,,ga semua looh ka,,punya kluarga seindah ini, ^^
alhamdulilah..
waaaah,,,,,berarti November bulan spesial yaaa,, *wink*,,hehehe,
love.u.ka
By: dey on November 23, 2008
at 1:25 AM
mmm jadi begitu ya kak, jadi suaminya ikut dirumah kaka aza yah *oon mode:ON*
alur yang asik. hehehe
By: ahsani taqwiem on November 24, 2008
at 1:10 AM
Hoho,,met ultah ya, bapaknya Azka…
Keren, Az. Mahasiswa tapi udah memutuskan untuk nikah. Yah, rezeki kan bakal mengikuti ya..
Beuh, pantesan aja dulu Azka pernah nulis PAKTIKUM BIOLOGI FUN di agenda Deasy. Ternyata Ibu Azka jur. Biologi toh,,,
Nama anaknya bagus-bagus ya, Az. Lima bersaudara ya, Az, kamu?
BTW, boleh dong, deasy masukin novel DM ke percetakan bapak Azka. Hehe,, yang nampar orang itu jangan dikategorikan pencemaran nama baik dong, Az. Namanya juga membela temen…
By: deezeeka on November 24, 2008
at 5:10 AM
Menikah bukan halangan untuk tetap belajar……….
Cayo……maju Terus Pantang Mundur
By: Muhammad Surya Ikhsanudin on November 24, 2008
at 8:33 AM
seberapa besar ya konflik atau dilema atau apalah itu namanya waktu mutusin nikah muda…?
hebat bs ngambil kputusan itu…
By: sagoeleuser5 on November 24, 2008
at 12:47 PM
fiuhhhhhhhh
panjang sekali
gua fast riding nih
dilink dong gua
lo azka anak smansa kan?
yang kelas 1-4 itu kan?
yang temennya sarah kan?
gua adalah kesatria ganteng
By: kris on November 25, 2008
at 11:16 AM
Cerita yg menarik dik,..
Selamat ulang tahun perkawinan.. n selamt ulng tahun bwt bapaknya…
By: Wongbagoes on November 25, 2008
at 12:34 PM
@l5155st: iya, alhamdulillah.. hheu..
@mang kumlod: amiin, amiin ya rabb.. makasii..
@aachan: makasi chan.. amiin.. HAYO, salah baca apa? ketauan nih ye.. *sok tau
@adit-nya niez: err, tapi kedengerannya kayak hewan memamah biak, dit.. ruminansia.. hho..
@ghani arasyid: ooh, gitu ya.. kalo saya malah ga boleh kelamaan sama ibu, gyahaha.. tapi santai lah, udah ada yang ngatur.. =P
@dey: iya, alhamdulillah.. cinta dey juga.. ^^
@ahsani taqwiem: cie avatar baru.. hehe, tengkyuh..
@deezeeka: ga ada hubungannya sama jurusan ibu, sih.. wong ibu S2 dan S3-nya juga ga nyambung sama biologi, hehe.. aku emang suka praktikum biologi, fisika, kimia, dkk kok.. menyenangkan! =D percetakannya udah ga ada deas, ganti usaha lain-lainnya.. ^^ ga kok, becanda soal itu mah.. ngerti lah maksudnya apa.. semangat, deas!
@muhammad surya ikhsanudin: err, maaf ini ditujukan untuk siapa ya? orangtua saya atau justru menyemangati saya? hehe..
@sagoeleuser5: wah, dulu katanya banyak banget tentangannya, cuma toh karena niatnya baik insya Allah berjalan baik juga..
@kris: waw! maztoer? aduh maap, udah ga dipanggil itu lagi ya? gw sempet liat buku pejantan dodol lho di gramedia bogor belum lama ini.. tapi gak gue liat apalagi beli karena gak nyadar ternyata lo yang ngarang.. HUAA, keren! ntar gue beli secepatnya deh yaa..
@wongbagoes: iya alhamdulillah.. makasi mas.. =)
By: azkaa,, on November 25, 2008
at 1:07 PM
Huaaiyaaaaaaaaaaaaa……So sweet!!! Cerita ibu sama Bapak ya??
By: Ophie on November 26, 2008
at 10:03 AM
huhu..keren banget cerita ibu sama bapaknya..azka gak pengen ngikutin jejak ibu bapaknya?
By: Dy on November 28, 2008
at 8:49 AM
anjroto, pantesan ka…
semangat banget kalo uda bahasan ‘itu’ haha…
jadi kapan nie?
sebelum lulusan kan? XD
*nunggu undangan*
By: namaewadina on December 1, 2008
at 9:00 PM
wehheeiiii romantis-romantiss….. jadi pengen nikah….. mmmm udah boleh belum ya?
mau nanya ke bapak…. doain boleh ya ka!!!!
By: shdwknght on December 3, 2008
at 4:40 AM
oia, tadi pagi kn dosen gw lg bete coz laptop n harddisknya hilang di airport berlin, jd kuliahnya ngalor ngidul ga jelas,
dia ngejelasin ttg ramalan suku maya tentang kiamat gitu..
menurut suku maya, kiamat itu tanggal 12 Desember 2012..
stelah panjang lebar dosen gw cerita..
gw berpikir..
apa gw nikah sekarang aja yah??
hahaha
By: arazz on December 3, 2008
at 4:54 PM
wajah Ibu mirip yah sama Azka…
By: weibullgamma on December 12, 2008
at 3:23 PM
yaah… ketahuan degh kayak gimana wajah Azka sebenernya… hheh?
By: noor on November 8, 2009
at 12:49 AM
@noor: meski males ngapdet foto, tapi memang ndak pernah disembunyiin kok dari dulu, hehe..
By: azkaa,, on November 11, 2009
at 8:39 PM
@ophie: yeph yeph.
@dy: wah, saya mah santai mbak.. ga digubrak gubrak, hhe..
@namaewadina: dinaaaaa..
ga gitu juga kali din.. hhe..
@shdwknght: nanya lagi maksudnya? siph, semoga kali ini dibolehin ya! ntar gw jadi panitianya dah. =P
@arazz: sekarang? KUA udah tutup raz. besok ajah. gyahaha.
@weibullgamma: ya kan anaknya.. hhe..
By: azkaa,, on December 13, 2008
at 4:24 PM
iya nih,,
hari sabtu tutup..
payah nih,
huahaha
By: arazz on December 13, 2008
at 11:44 PM
wah, jd inget org tua saya..
sptnya ga jauh beda *walopun sy ga tau cerita persisnya*..
bapak sy juga seusia sama bapaknya azka kyknya.. hoho..
~salam kenal!
By: rifa on December 15, 2008
at 10:36 AM
@arazz: =)
@rifa: wah, ndak ada link blognya ya mbak? salam kenal juga..
By: azkaa,, on January 2, 2009
at 5:37 AM