Untuk kuli panggul yang tertawa lepas mendengar ledekan kawannya setelah berkarung-karung barang yang ia naikkan ke atap mobil harus diturunkan kembali
Untuk pedagang minuman yang begitu bahagia berbincang dengan pemain bola terkenal dari klub sepak bola kabupaten
Untuk tukang ojek yang memanggilkan taksi bagi penumpangnya yang jatuh dan meminjamkan jas hujannya agar bagian dari baju yang robek dapat tertutupi lalu menolak dibayar
Untuk ibu pengemis di sisi loket karcis stasiun yang selalu mengucapkan doa panjang bagi yang memberinya uang
Untuk pedagang koran yang hapal dan dengan ramah bersegera menyodorkan surat kabar favorit para pelanggannya tanpa perlu lagi mereka menyebutkan apa yang hendak dibelinya
Untuk bocah-bocah yang menari di bawah guyuran hujan dengan memakai helm mungil di gang sempit pinggir kota
Untuk kawan yang menemani belajar di sudut tersembunyi kampus berpandangkan danau indah kemudian berkata tak ingin beranjak dahulu
Untuk orang-orang tersayang yang memberi rasa nyaman hanya dengan bersama mereka
Untuk sapa dengan senyuman yang hadir hampir setiap pagi
Untuk janji akan selalu ada tak peduli apa
Untuk gadis kecil cantik yang kerap memeluk dari belakang secara tiba-tiba
Untuk gelas kopi di antara tumpukan buku tebal dan kertas fotokopi catatan
Untuk rebak saat alunan tentang-Nya mengingatkan akan semua yang terserak
Untuk sedu pelepas gundah nan dirindu dalam sujud malam
: Terima kasih, karena telah menunjukkan betapa Allah memang mencipta berjuta alasan untuk bahagia.