
Jauh, jauh sebelum saya membaca buku “The Secret” karya Rhonda Byrne dengan konsep “Law of Attraction” atau “Quantum Ikhlas” dari Erbe Sentanu, saya telah diberikan pemahaman oleh bapak saya tentang kekuatan pemikiran dan korelasinya dengan keberhasilan dalam hidup.
Bapak saya selalu menekankan, tidak boleh takut bercita-cita. Sukses membangun bisnis, menunaikan ibadah haji, mendirikan rumah sakit, sekolah, masjid, panti asuhan, dan lainnya, semua adalah keinginan yang harus terus dipegang erat. Untuk mencapainya, keyakinan pada diri sendiri adalah hal penting. Pemusatan pikiran dan percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin akan membantu kita mewujudkan keinginan kita. Hal ini harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik mengenai harapan besar maupun kecil.
Contoh sederhana yang diberikan bapak saya adalah sewaktu beliau menginginkan mobil, maka beliau akan datang ke showroom, memegang mobil yang diidamkan, mencoba duduk di dalamnya, dan mendaraskan doa dalam hati. Allah pun kemudian mengabulkan doanya. Begitu pula dengan rumah, atau sesuatu yang beliau inginkan, beliau akan memegangnya lalu berdoa. Insya Allah, jika kita yakin bahwa kita mampu mencapai sesuatu, selanjutnya semesta akan mendukung atau Mestakung, apabila saya boleh meminjam istilah Yohanes Surya. Hanya saja, tambah bapak saya, konsep ini tidak bisa diterapkan dalam memilih calon istri, “Jangan ujug-ujug (tiba-tiba –red) megang akhwat terus didoain supaya bisa dijadiin istri.” Duh si babeh, ya iyah itu mah!
Sewaktu mendiskusikan buku dan film “The Secret” dengan Arina, adik saya, kami sepakat bahwa ‘rahasia’ yang dimaksud di sana sama sekali bukan rahasia. “Isinya muter-muter di tempat. Kita paham konsep ini sejak lama, Allah mengikuti prasangka hamba-Nya. Law of Attraction malah jadi terdengar tidak relevan dengan mengandaikan universe sebagai jin lampu Aladin yang akan mengabulkan setiap keinginan kita,” demikian kira-kira perkataan adik saya.
“Quantum Ikhlas” lebih mencerahkan dibanding “The Secret” karena ia menekankan kekuatan ikhlas pada Sang Maha Kuasa. Berlandaskan teori fisika kuantum, buku “Quantum Ikhlas” menjelaskan bagaimana gelombang Alfa yang mencerminkan koherensi antara otak kiri dan kanan akan memungkinkan perwujudan keinginan kita. Dalam buku tersebut juga disisipkan CD Alphamatic Brainwave yang tidak pernah saya dengarkan karena menurut teman saya lebih baik jangan didengarkan. Hehe, wallahu’alam sih ada apa dengan CD tersebut. =P
Di sinilah letak keluarbiasaan Islam, sebelum semua teori tersebut didengung-dengungkan, bukankah sejak dahulu kita telah mendengar hadist qudsi yang intinya memberi tahu kita bahwa Allah akan mengikuti prasangka hamba-Nya? Jadi, melalui cara apa pun, baik itu menerapkan konsep Law of Attraction, Quantum Ikhlas, atau Mestakung, pada akhirnya kita harus tetap menanamkan bahwa semua itu kita lakukan karena kepercayaan kita akan kemahakuasaan Allah dengan “Kun Fayakun”-Nya. Bukan semata-mata karena gelombang perasaan kita memengaruhi dunia ini. Karena maaf, menurut saya ide itu terlalu dangkal.
Kaiysa, adik saya yang berumur lima tahun, beberapa hari yang lalu berbisik di telinga saya, “Kak, kita nggak bisa denger Allah. Tapi Allah bisa denger kita, kan?” Wah, oke banget ucapannya. Inget-inget tuh. Kan sesuai kampanye Jusuf Kalla perkataan Ali bin Abi Thalib, dengarkanlah kebenaran, meskipun dari seorang anak. =)
Jadi, apabila ada di antara teman-teman yang memiliki target IP 4,8 dari skala 0-4 tapi ternyata nilai UTS tidak cukup memuaskan dan belum mulai belajar meski UAS sudah di depan mata (curhat!), jangan takut. Yakinlah bahwa kalian BISA mendapat nilai SUPER BAGUS di delapan mata kuliah semester ini. Karena Allah akan mengikuti prasangka hamba-Nya. Toh semua adalah sangat mudah bagi-Nya. Amat mudah.
: Rabbi yassir wa laa tuassir….

wah.. kyknya gw udah menggunakan konsep Law of Attraction, Quantum Ikhlas, atau Mestakung, atau apapun namanya sejak SD nih..
dari SD gw netapin bakal masuk semua rute sekolah gw, udah ditetapkan sejak SD, gak pernah telintas di otak gw bakal gagal dan semuanya sukses2 aja kok,, walaupun agak berubah rute pas kuliah c.. tetapi dgn cara yg sama, keyakinan yg sama.. tak pernah gagal, hehe
wah..wah.. belajar lw… yakin sih boleh2 aja.. tapi klo ga ada usaha kn percuma
By: arazz on June 12, 2009
at 3:00 PM
@arazz: komen lo dalem euy, hehe. siap bos, mulai besok belajar insyaAllah.
By: azkaa,, on June 12, 2009
at 3:33 PM
eits.. jangan terlalu dimasukin hati..
tapi jaga baek2.. hahaha..
sip boz ^^
By: arazz on June 12, 2009
at 3:57 PM
Allahuakbar… kenapa bisa posting hal yg sama sih?? tanggal 5 juni kemarin saya juga baru posting soal THE SECRET dan QUANTUM IKHLAS.. silahkan klik http://dhila13.wordpress.com/2009/06/05/the-secret-pembuktian-ilmiah-terkabulnya-doa/ sebagai tambahan artikelnya.. trims..
By: Fadhilatul Muharram on June 13, 2009
at 2:59 PM
Harus Bisa!
(Seni memimpin ala SBY, catatan harian Dino Patti Djalal)
By: abrari on June 17, 2009
at 4:42 AM
Wauu aku harus cari ebooknya nih, kalo The secret aku dah punya… emang bener2 luar biasa tuh orang2
By: Miftahur on June 17, 2009
at 2:34 PM
az,
alkisah ada dua orang pelari. keduanya tak sengaja jatuh karena bergesekan. Pelari pertama berteriak-teriak minta perlombaan diulangi lagi…pelari kedua bangkit dan melanjutkan larinya. Tahu siapa pemenangnya?
Pelari kedua…
Azka tahu kan, siapa pelari pertama itu?
By: deezeeka on June 18, 2009
at 12:21 AM
@arazz: doain ye..
@fadhilatul muharram: eh iya.. udah saya baca.. makasih infonya.. =)
@abrari: aku bisa, aku pasti bisa, kuharus terus berusaha.. *lagu idola cilik
@miftahur: bagus kok buku quantum ikhlas.. =)
@deezeeka: wah, belum denger sebelumnya neng.. siapa emang? =)
By: azkaa,, on June 18, 2009
at 3:51 AM
sip, rebes boz..
met berjuang
By: arazz on June 18, 2009
at 11:43 PM
wish u luck my soulmate hehehe….
Miss u sooo
By: Ophie on June 23, 2009
at 1:32 PM
bagus… lama ga berkunjung ke sini…
By: awym on July 21, 2009
at 5:19 AM
@awym: alhamdulillah.. iya sama, lama ndak bertandang juga nih saya.. =) tabik! hehe..
By: azkaa,, on August 2, 2009
at 3:29 PM
thx tulisannya ka…
tadinya gw mengagung2kan teori law of attraction, tapi setelah baca tulisan ini, bener juga ya, itu terlalu dangkal…
By: Iqbal on November 30, 2009
at 6:48 AM
@iqbal: makasih komennya kak.. gw jadi baca ulang tulisan ini, hehe.. alhamdulillah bikin optimis lagi.. =)
By: azkaa,, on November 30, 2009
at 7:28 AM
wah keren ya postingan ente..
salam
By: Kinan on December 21, 2009
at 6:51 AM