Bahkan manusia itu mampu melihat diri sendiri, meskipun dia masih mengemukakan alasan-alasannya. (QS. Al-Qiyamah:14-15)

Terpukul-pukul nuraniku, bashirah-ku, mendapati jawab seorang anak buta yang tak ingin lagi melihat. “Agar nanti, ketika aku berdiri di hadapan-Nya, gemetar ketakutan, (kebutaanku) dapat menjadi alasan yang meringankan hukumanku kelak. Agar Allah bermurah hati dalam memberi perhitungannya, kala aku ditanya, ‘Bagaimana adanya kau perlakukan Alquran?’”

Terperas air mataku. Isak mengisak. Kuterawang hidupku.

Aku… tak punya alasan apa-apa.

Video: Blind Child Doesn’t Want to See Again