sudi maafkanlah anakmu ini

jika mencukupkan setahun sekali

untuk tersentak mengingatmu

malu-malu menelpon atau mengirim pesan singkat

“selamat hari ibu, kucinta padamu”

(Puisi Hari Ibu, Dumilah Ayuningtyas)

Paragraf di atas, terasa benar menyergap hati. Itulah yang kami lakukan, persis. Setiap dua puluh dua Desember.

Kami yang malu-malu, menyiapkan hadiah seadanya, sekadar sekali lagi mengingatkanmu … betapa kami mencintaimu. Betapa besar arti hadir, peluk, dan doamu untuk kami. Kami yang malu-malu mengucap kata cinta itu kepadamu.

merasa telah memadai karena membelikan karangan bunga

berganti-ganti, bahan batik, cincin, atau apa saja bingkisan untukmu

(Puisi Hari Ibu, Dumilah Ayuningtyas)

Buku ini adalah bingkisan yang mungkin tak memadai. Takkan ada yang memadai untuk membalas cintamu. Takkan cukup, takkan sanggup.

Tetapi sudilah menerimanya. Ini tulus dari hati kami, anak-anakmu. Anak-anak yang dulu pernah bergelung di rahimmu. Anak-anak yang pernah kau relakan nyawamu teregang.

Anak-anak yang mengasihimu, mendoakanmu, dan mendamba syurga di telapakmu.

“Selamat Hari Ibu, kami cinta padamu.”

Ya, Bu. Kami cinta padamu. Anak-anakmu: Azka Madihah, Arina Qonita, Muhammad Farhan Izzuddin, Muhammad Alhiqni Bissholihin, Nisrina Kaiysa Fathina. Suamimu, bapak kami: Beni Imanullah. Menantumu: Ahmad Dawamul Muthi. Cucumu: Aisha Raudha Mardhia.

Kami cinta padamu. Lagi dan lagi. Tiada bertepi.

Demikian penggalan pembuka buku kumpulan puisi karya saya dan ibu, yang dibuat sebagai hadiah hari ibu 2012 (tiap tahun kami senang membuat proyek hadiah hari ibu). Sebagian besar puisi saya adalah yang pernah diterbitkan di blog. Bagi yang ingin memesan, silakan hubungi azka.madihah@gmail.com. Harga pengganti ongkos cetak Rp. 50.000 belum termasuk ongkos kirim. Tebal 130 halaman. Sistemnya adalah dicetak sesuai pesanan, jadi tidak ada stok yang siap. Membutuhkan waktu kira-kira 1-2 minggu. Terima kasih.

Image