Aku sudah bersiap-siap mati ketika itu.

Kupikir kau perlu tahu tentang ini, Gadis kecilku.

Bahwa menjelang kau terlahir di dunia melalui operasi karena setelah tiga puluh enam jam aku merintih-rintih kesakitan tidak ada kemajuan persalinan, aku meminta waktu kepada dokter kandunganku.

Untuk mandi yang bersih. Lalu berwudhu. Lalu memohon maaf kepada ibuku.

Persis seperti ini kata-kataku kepada nenekmu, “Bu, maafin ya, Bu… Kakak baru tahu ternyata seperti ini rasanya melahirkan. Maafin ya, Bu…”

Nenekmu pun tahu, bahwa aku sudah bersiap-siap mati ketika itu.

Bukan berarti aku tak mendoa keselamatanku dan –mu.

Tetapi inilah sesungguh-sungguh jihadku.

Menggadai jiwa.

Siap kulepas jika ternyata nyawaku dan –mu menjadi pilihan tak terelakkan.

Ya, sedalam itu cintaku padamu, Gadis kecilku.

Kupikir kau perlu tahu.

raudha 1